Tuesday, December 11, 2007

Sharing Permasalahan RSC-FIA

Pada tanggal 9 November 2007, LSME kedatangan beberapa tamu perwakilan dari salah satu Lembaga Otonom FIA, yaitu RSC. Mereka mengunjungi LSME dalam rangka mengadakan sharing permasalahan dengan LSME serta melakukan timbal balik atas kedatangan LSME beberapa minggu sebelumnya. Selain itu juga membicarakan mengenai proker departemen dan struktur organisasi masing-masing.

Struktur organisasi RSC-FIA terdiri dari Ketua Umum, yaitu Pipit dari FIA Publik angkatan 2004, kemudian tiga divisi di bawah ketua umum, yaitu Divisi HUMAS, Divisi Ke-RT-an, dan Divisi Sumber Daya Anggota.

RSC memiliki program yang berbeda dengan LSME untuk masalah kaderisasi, yaitu diklat untuk mahasiswa baru. LSME menerapkan tiga rangkaian diklat penulisan yang disebut LINTAS. Diklat pertama yaitu diklat ruangan, diklat lapangan, dan diklat terakhir adalah diklat presentasi karya tulis ilmiah yang dibuat berdasarkan studi lapangan di Jalan Soekarno Hatta. Berbeda dengan RSC-FIA, mereka menerapkan tiga rangkaian diklat yang dimaksudkan untuk persiapan atau follow up pembuatan karya tulis. Dimulai dari diklat indoor, kemudian diklat outdoor dengan rangkaian polling dan analisis sosial, dan yang terakhir adalah presentasi dan publikasi hasil polling dan ansos. Selain itu, RSC juga menerapkan sistem pendamping untuk mendampingi,membantu, dan memotivasi mahasiswa baru pada saat diklat dan kegiatan lain berlangsung. Untuk menjaga keintensan pendamping, terdapat PJ kaderisasi yang bertugas untuk mengontrol pendamping.

LSME mempunyai Departemen PnP sebagai fasilitas mengembangkan penelitian dan penalaran, sedangkan di RSC-FIA mempunyai P2A (Pengembangan dan Pembinaan Anggota) untuk mengontrol penulisan mahasiswa, kaderisasi, dan penalaran.

RSC-FIA mendapat dukungan penuh dari birokrasi FIA. Hal ini dikarenakan salah satu pendiri RSC-FIA adalah Pembantu Dekan III di FIA. Selain itu, dosen-dosen alumni RSC juga sangat aktif membantu untuk masalah penulisan dan berbagai masalah lainnya. Oleh karena itu, RSC tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk masalah komunikasi dengan para dosen dan Pembantu Dekan III untuk masalah kepenulisan.
                                                                                                                                                                           

By. Nia’ 07
Posted by LSME at 00:21:44
Comments

Leave a Reply